Dampak Perkembangan Teknologi Komunikasi




     Dampak komunikasi global memang dahsyat dan menutup jurang pemisah sehingga membuat apapun, siapapun yang terkoneksi langsung dengan internet menjadi bagian keluarga dari media yang satu ini. Karena internet dianggap komunikasi konstan yang setia setiap saat selama 24 jam menemani dan memenuhi kebutuhan manusia, maka sebab itulah teknologi/media berkomunikasi seakan menjadi bagian hidup seseorang. Seiring perkembangannya, komunikasi meluas dan dilakukan dalam berbagai cara. Dasarnya yang kita ketahui adalah melalui verbal dan non verbal. Bentuk komunikasi dari komunikasi verbal saat ini adalah melalui media, baik cetak maupun elektronik. Komunikasi melalui media cetak juga sudah berkembang, terlihat dari banyaknya produsen dibidang percetakan, penerbit. Dari segala media cetak yang ada, mereka telah memiliki target khalayaknya sendiri, sebagai contoh, media indonesia diperuntukkan bagi pengamat/orang yang memiliki ketertarikan dengan dunia politik, kemudian kompas, biasanya dipilih oleh orang yang berorientasi dengan bisnis, perkembangan saham, modal, dll. Begitu juga dengan media elektronik termasuk new media. Dalam new media, kita mengenal beberapa jenis situs terkenal didunia, yaitu situs game online, situs yang berisi gudang pengetahuan (wikipedia.com, info travel, kuliner, pendidikan, lowongan kerja), situs yang digunakan untuk media periklanan, situs yang berisi kumpulan video dari seluruh dunia, ataupun situs jejaring sosial. Tidak mau ketinggalan, sekarang media cetak yang saya sebutkan diatas juga ikut “ngeksis” didunia maya. Dengan membuat online news, jadi tidak perlu repot-repot mencari tukang majalah, cukup dengan ketikkan situs, dan informasi akan muncul dalam hitungan detik. Nah, beberapa jenis situs diatas juga memiliki target khalayaknya masing-masing. Contoh, seorang ibu rumah tangga biasa memiliki peluang yang lebih kecil dari anak-anak untuk bermain game online. Karena biasanya, ibu-ibu akan mengakses situs yang berhubungan dengan kebutuhan rumah tangga. Berdasarkan hasil yang pernah saya teliti, bahwa sebagian besar remaja lebih menyukai situs jejaring sosial, situs game online, dan yang terakhir adalah situs penyedia video. Ketiga situs dengan urutan teratas ini memang menjadi sahabat bagi mereka.Disamping kebutuhan, bahkan mereka rela meluangkan waktu sehari-hari hanya untuk mengunjungi situs tersebut. Media baru ini memang mampu merubah fungsi media komunikasi interpersonal, kelompok maupun massa. Kenyataan ini melebihi fungsi dan bentuk media massa yang sudah ada selama ini. Menurut Rice (1983), karakteristik internet dapat dilihat menurut jenis penggunaannya, isinya, dan konteksnya yaitu sebagai :
ü  Interpersonal communication media
ü  Interactive play media
ü  Information search media
ü  Collective participatory media
Sedangkan dalam bidang politik, media internet dapat dijadikan sebagai alat menjaring opini, feedback dari masyarakat mengenai program-program atau berita-berita terkait politik. Namun validitas datanya masih belum bisa dipertanggung jawabkan, karena di internet, orang bebas menyalurkan aspirasi,pendapat mereka yang mungkin tidak memiliki kapasitas untuk itu. Bila dikaitkan dengan teori mikro komunikasi massa, teori S-O-R (Stimulus Organisme-Respon), efek yang akan ditimbulkan lebih condong kepada reaksi khusus sehingga seseorang mampu memprediksi kefektifan sebuah pesan tersebut disampaikan. Mengenai teori ini, memang bukan ditujukan untuk media baru, namun pada prosesnya memiliki kesamaan dan menurut saya, teori ini dapat diterapkan untuk komunikasi melalui new media. Dalam stimulus, indera kita akan menerima segala informasi yang disajikan, baik secara visual (tulisan/gambar) maupun audio. Pada saat anak-anak melihat/bermain game online diinternet, maka kemampuan kognitif untuk berpikir memainkan permainan tersebut sampai memenangkannya akan berjalan. Selanjutnya anak akan merasa semakin tertarik saat memiliki kedekatan (proximity) , kesamaan atau ketertarikan dengan tokoh game tersebut. Perhatian seluruhnya akan mengacu pada game tersebut, hingga menimbulkan perasaan yang menantang namun menyenangkan. Apakah dampak akhir dari game tersebut ? anak tersebut akan meminta pada orang tuanya untuk membeli barang-barang yang menyangkut game tersebut. Semakin sering, maka akan semakin ketergantungan. Inilah masa akhir dimana anak-anak benar-benar terpengaruh hingga tingkat konasi. Berikutnya adalah teori agenda setting yang diperkenalkan oleh Maxwell & Donald 1972, dalam artikel yang berjudul “The Agenda Setting Function of Mass Media”. Disini dikatakan bahwa apabila media menekankan kepada khalayak, hal yang dianggap penting akan dianggap penting pula oleh khalayak. Sebagai contoh, adanya pemberitaan dimedia mengenai kasus Anas (partai demokrat). Dimedia massa khususnya televisi, berita tersebut tidak terlalu sering/menjadi topik utama, namun dibeberapa situs internet, kasus Anas menjadi halaman depan untuk kategori berita politik. Bahkan berita yang tidak ditampilkan ditelevisi, namun diinternet berita tersebut dapat beredar secara luas malah sudah mendapatkan reaksi spontan dari pembacanya(sumber: detik.com, yahoo.com). Dalam pemberitaan dimedia dapat disimpulkan bahwa kondisi partai demokrat saat ini sudah diambang pintu lantaran banyak kadernya yang melakukan praktek korupsi. Pemberitaan yang disiarkan terus menerus dapat “menggiring” khalayak menuju persepsi yang sama. Bahkan yang sebelumnya pro dapat membuat orang berubah. Itu adalah contoh bila dilihat dari sisi politiknya. Namun terkadang kurangnya pemahaman menyebabkan orang mudah mengambil keputusan dan mengikuti arus kemanapun dialirkan.
     Komunikasi yang biasa terjadi baik secara vertical/horisontal sudah biasa terjadi dan tergantung kepada konteksnya. Namun dampak dari media sosial terhadap komunikasi dalam keluarga merupakan hal yang dapat diuji. Bisa dikatakan bahwa faktor psikologi akan mempengaruhi penggunaan jejaring sosial. Salah satu teman adik saya dilarang oleh orang tuanya untuk bermain internet terlebih “facebook.com”. Entah apa alasannya, namun karena informasi negatif yang diterima seperti pemberitaan dimedia televisi bahwa ada korban penculikan melalui facebook, kemudia penipuan uang melalui facebook dan lain sebagainya. Sikap kontra yang ditimbulkan ini tepat seperti teori Lasswell yang bila diadaptasi menjadi acara televisi memberitakan mengenai facebook dimedia televisi yang mengakibatkan orang tua menjadi was-was dan melarang anaknya untuk menggunakan internet. Sebaliknya, apa dampak dari media internet terhadap anak-anak?
Bagi anak yang memanfaatkan fasilitas internet secara positif, Ia bisa membantu orang tuanya dalam memasarkan produk yang diperjualkan. Selain itu pengetahuan yang didapat dari internet bisa menjadikan anak menjadi opinion leader dalam keluarga. Seperti ada berita bencana alam di daerah/luar negeri, berita yang ditampilkan diinternet tentu akan lebih cepat dibandingkan dengan media elektronik apa lagi media cetak, maka anak dapat memberitahukan kepada orang tuanya.
Bagaimana bila dampak negatif sebagai efeknya? Teori ketergantungan memang tepat dalam mengaplikasikan contoh kasus berikut. Bagi anak yang memiliki hobi bermain game online, bahkan menjadi rutinitas sehari-hari, maka mereka akan melakukan apapun untuk dapat bermain game kesukaannya tersebut. Dari hasil penelitian sederhana yang saya lakukan terhadap remaja SMP,   mereka menggunakan uang saku mereka untuk bermain game online. Tidak tanggung-tanggung, mereke rela datang lebih awal untuk mampir ke “warnet” dekat sekolah hanya untuk sekedar bermain. Bahkan tetangga saya yang masih kecilpun sering meminta uang kepada Ibunya untuk bermain game setiap hari. Tidak hanya itu, anak cenderung akan melakukan hal yang mereka suka. Nah kalau sudah seperti ini, maka akan sulit saat orang tua menyuruh mereka belajar disaat mereka sedang asyik mencet-mencet gadgetnya. Media internet juga seringkali dikaitkan dengan media penyebaran pornografi terbesar, dimana tidak ada gatekeeper yang mampu membatasi dan menyeleksi, tapi juga kemudahan untuk mendapatkan informasi dalam hitungan detik. Banyak anak-anak saat ini yang pemikirannya lebih dewasa dari umurnya, namun dalam pengetahuan ilmu positif cenderung lemah atau dapat saya katakan mereka keterbelakangan mental ilmu pengetahuan umum. Berawal dari iseng, penasaran, anak tersebut menjadi senang menyaksikan berita-berita dan video-video yang kurang baik. Dan kemungkinan anak zaman sekarang cenderung berani dan kurang beretika. Pelecehan yang terjadi, ternyata pelakunya juga dapat dilakukan oleh anak-anak. Dengan semua gaya berkomunikasi dimedia internet, khususnya jejaring sosial, membuat anak mengikuti gaya, perkataan seperti didunia maya tersebut. Kesenangannya untuk “curhat” dijejaring sosial secara tidak langsung mengurangi kemampuan komunikasi antar pribadi yang mengakibatkan anak cenderung bertindak sendiri, berdasarkan keputusan yang ada dikepala mereka dan dianggap benar. Apabila dalam keluarga komunikasi tidak dilakukan dengan baik, secara rutin, atau bahkan kurang memperhatikan perkembangan anak, maka mereka merasa “bebas” dengan apa yang dijalani lantaran pengaruh media yang dia saksikan membuatnya merasa itu hal yang wajar. Memaki dimedia internet dianggap tidak berisiko dan bebas serta diketahui oleh banyak orang, tindakan ini akan berlanjut hingga serius. Sebagai contoh kasus Adie MS dan Marissa H. Yang terlibat cekcok lantaran bermula dari komentar disebuah situs tertentu. Sikapnya yang kurang dewasa,bijak dan cenderung kekanak-kanakan tidak patut dicontoh. Penanaman pemahaman dan optimalisasi penggunaan alat teknologi memang harus diajarkan sejak dini. Dengan memberikan arahan bagi anak-anak, bahwa internet hanya boleh diakses saat membutuhkan jawaban atas soal yang mereka kerjakan, kemudian dilarang membuka situs yang kurang baik. Perlu dipantau apa saja yang disaksikan anak, agar perkembangan psikologi dan minat mereka mengarah pada hal positif.
 
Sumber :
1)    Vera, Nawiroh. 2010. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Renata Pratama Media.
2)    Mulyana, Deddy. 2006. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Jakarta: Remaja Rosda Karya.
3)    Onggo, Bob Julius. 2004. Cyber Public Relations. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
4)    www.detik.com
5)    www.yahoo.com



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Diberdayakan oleh Blogger.