Logo diatas
tentu sudah tidak asing lagi, salah satu
partai besar di Indonesia ini belakangan sedang ramai diperbincangkan di hampir
semua media massa maupun media baru. Berita demi berita yang terkuak memang
sempat membuat beberapa orang terkejut lantaran ekspektasi terhadap partai
tersebut dan juga pesan-pesan moral yang pernah disampaikan.
"Konflik
partai sepertinya sulit sekali diselesaikan secara internal, bahkan rahasia
dapur kini disuguhkan terbuka di publik. Kegalauan Partai Demokrat disebarkan
kepada publik, seolah masyarakat diajak galau. Ini menunjukkan tidak ada
manajemen yang bagus," . Penilaian itu disampaikan peneliti politik
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), R Siti Zuhro, di Jakarta, Jumat
(15/2/2013).
Bila kita urutkan perkembangan kasus partai ini, Bendahara
Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, melarikan diri dengan alasan berobat ke
Singapura, karena terkuaknya kasus korup Wisma Atlit. Apalagi selama dalam
pelarian ke Singapura sampai akhirnya tertangkap di Kolombia, Nazaruddin masih
menyempatkan diri mengoceh, dan mengaku adanya keterlibatan sejumlah elit dan
politisi partai demokrat, dalam kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya, bahkan
pelariannya ke Singapura sempat diungkapkan Nazaruddin adalah atas saran Anas
dan sejumlah elit partai demokrat. Ocehan Nazaruddin itu pun berlanjut saat dia
diperiksa oleh KPK maupun saat dia disidangkan, bahkan sampai sekarang dia pun
masih terus ngoceh, Faktanya, ocehan nazaruddin menjadi pembuktian keterlibatan
elit dan politisi partai demokrat. Angelina Sondakh dan Andi Malaranggeng
adalah dua elit dan politisi partai demokrat korban hasil ocehan sakti
Nazaruddin, dan berikutnya Anas Urbaningrum juga diperkirakan akan jadi korban
ocehan sakti Nazaruddin tersebut.
Fakta yang kita saksikan saat ini adalah Angelina S
yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek Hambalang namun kasusnya
tidak kunjung pasti. Hanya berita mondar-mandir Angie ke pengadilan dan
mendengar bantahan yang Ia lontarkan. Berita lebih menggemparkan datang dari
Andi Malarangeng, selaku menpora yang dijadikan tersangka kasus yang sama dan
langsung mengundurkan diri dari jabatannya. Kini Anaslah yang menjadi aktor
utama di hampir pemberitaan dimedia. Namun yang mengherankan Ia tetap “ngotot”
tidak terlibat sama sekali dalam kasus suap yang dituduhkan. Seperti
perkataannya saat diwawancarai :
"Saya
yakin. Yakin. Satu rupiah saja Anas korupsi di Hambalang, gantung Anas di
Monas," ujar Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2012).
Kata Anas
waktu itu, kasus Habalang hanyalah isu semata yang beredar di publik dan
sekedar ocehan Nazaruddin. Sehingga menurutnya KPK tak perlu repot-repot
menggubrisnya.
"Saya
tegaskan, ya, KPK sebetulnya tidak perlu repot-repot mengurus soal Hambalang.
Mengapa? Karena itu, kan, asalnya ocehan dan karangan yang tidak jelas. Ngapain
repot-repot," ujarnya.
Namun Anas
diblokir untuk tidak pergi keluar negeri lantaran penyidikan akan tetap
berlangsung. Berdasarkan sumber
tepercaya seperti dikutip Media
Indonesia di KPK, pada Kamis (7/2/2013) malam, pimpinan komisi anti
korupsi menyepakati bukti-bukti untuk menjerat Anas sudah kuat. Hal ini sudah
memberikan penjelasan mengenai status Anas saat ini. Hancurnya partai demokrat
yang telah didirikan SBY ini diperkirakan akan mengalami kemerosotan tingkat
kepercayaan yang mengakibatkan polling pemilu yang akan diadakan mendatang
menurun, bahkan bisa hanya dibawah 10% saja.Kita tunggu saja, apakah Anas bakalan digantung di Monas sesuai dengan pernyataannya.
sumber :
www.voa-islam.com
http://politik.kompasiana.com


0 komentar:
Posting Komentar