PERAN PR DALAM KONTEKS MARKETING



Marketing dan Public Relations memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Selain marketing adalah bagian dari pekerjaan public relations, kedua-duanya memiliki peran penting dan menjadi tiang penyangga bagi perusahaan. Marketing adalah kegiatan ekonomi yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itulah yang akan menentukan harga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Dapat dikatakan bahwa marketing adalah jembatan antara produksi dengan konsumsi. Menurut ahli, marketing itu adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997). 
Public Relation merupakan fungsi management yang membuat program-program secara terstruktur. Diantara program-program PR, terdapat program marketing yang disusun untuk mendukung optimalisasi proses marketing hingga menghasilkan impact sesuai tujuan dan harapan.
Philip Kotler dan Mindak (1978)  menulis bahwa ada empat tingkatan aktifitas public relatios untuk tujuan pemasaran, dimasa pertama untuk organisasi kecil atau organisasi amal yang sampai saat ini jarang menggunakan public relations professional dari luar atau jasa-jasa pemasaran. Kelompok kedua, terutama dari sector public yang menggunakan jasa public relations sementara. Yang ketiga adalah perusahaan manufaktur kecil yang sering menggunakan jasa-jasa pemasaran eksternal atau pramuniaga dari dalam perusahaan sendiri. Kelompok keempat yaitu diperusahaan-perushaan Fortune 500 yang besar, public relations dan pemasaran biasanya adalah dua departemen yang terpisah yang saling melengkapi. Komunikasi memang sangat diperlukan dalam proses marketing, dimana cara penyampaian lagi-lagi menjadi faktor utama keberhasilan. Menurut Kottler (2002) memasukkan public relations merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi dari 5 bentuk bauran komunikasi pemasaran (marketing communications mix/promotions mix) yang digunakan untuk mengkomunikasikan poduk dan citra lembaga kepada khalayak. Empat unsure lainnya adalah periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan pribadi (personal selling), dan pemasaran langsung (direct sales). Beberapa cara pemasaran diatas dilakukan dengan strategi dan taktik PR untuk mengemas pemasaran lebih menarik dan efektif.
Dalam konteks marketing, dapat dikatakan PR berperan sebagai :
*      Membangkitkan awareness khalayak tentang keberadaan produk perusahaan melalui program dan strategi.
*      Memberi edukasi dan informasi lebih jelas mengenai produk/jasa.
*      Menciptakan hubungan yang harmonis, favourable antara perusahaan dan konsumen.
*      Membuat citra, brand, image perusahaan lebih kuat, maka konsumen akan lebih mudah mengenali dan yakin untuk memilih produk perusahaan.
Peran PR diatas sangat berpengaruh terhadap kualitas pemasaran di perusahaan, dan feedback yang diharapkan pun dapat memenuhi ekspektasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.